JAMBI.SIBERINDO.CO – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence(AI) membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berinovasi dan menciptakan solusi bagi masyarakat. Anak muda pun didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi turut mengambil peran dalam membentuk masa depan digital.
Pesan tersebut mengemuka dalam forum bertajuk “The Future is Digital & AI” pada Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jumat (30/10). Forum yang dimoderatori Timothy Marbun ini menghadirkan Managing Director Global Relations and Communications Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury, Politics and Government Partnership TikTok Indonesia Rofi Uddarojat, serta Technology, Business & Innovation Leader Dita Aisyah.
Pahala menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur dalam mendukung perkembangan ekosistem AI, mulai dari pusat data, energi, hingga pengelolaan air. Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital perlu dilakukan secara terintegrasi dan melibatkan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, termasuk melalui pengembangan industri pendukung dan penciptaan lapangan kerja.
“Jangan cuma bangun data centernya, tetapi juga membangun turunan supply chain yang ada sehingga juga bisa menciptakan lapangan kerja yang ada di sekitar situ juga,” ujar Pahala.
Sementara itu, Rofi mengajak anak muda memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan gagasan dan pesan positif. Ia menekankan bahwa kualitas konten lebih penting daripada sekadar jumlah pengikut. Konten yang memiliki pesan kuat, dikemas secara menarik, serta memahami kebutuhan audiens berpeluang menjangkau lebih banyak orang.
Dari sisi inovasi, Dita menjelaskan bahwa peluang pemanfaatan AI tidak terbatas pada penggunaan aplikasi populer seperti ChatGPT atau Gemini. Anak muda juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan teknologi dan menghadirkan solusi yang berangkat dari persoalan di lingkungan sekitar.
“Teman-teman bisa berinovasi, teman-teman bisa menjadi pencipta, bukan hanya sebagai pengguna,” kata Dita.
Ia menambahkan, kemampuan merumuskan masalah, empati terhadap kebutuhan masyarakat, kreativitas, dan komunikasi menjadi bekal penting bagi generasi muda. Selain memiliki pengetahuan luas, anak muda juga perlu menguasai bidang tertentu secara mendalam agar mampu memanfaatkan AI secara kritis dan produktif.
Menutup forum, Timothy mengajak peserta merefleksikan peran generasi muda dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Ia mengingatkan bahwa para tokoh muda yang terlibat dalam perumusan Sumpah Pemuda pada 1928 juga mengambil peran penting sejak usia muda.
“Apa yang ingin Anda isi di dalam CV Anda yang turunannya mengubah Indonesia? Silakan dimulai dari sekarang,” tutupnya.(***)










