oleh

Anak-anak dan Orang Tua Keracunan Bakso Bakar

SENGETI – Belasan anak- anak dan orang tua dari Desa Keranggan, Muarojambi keracunan bakso bakar. Mereka  saat ini sebagian masih dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin Muarojambi.

Mereka muntah-muntah begitu usai makan bakso tusuk yang dijual penjaja keliling yang biasa berjualan di desa mereka.

Keterangan yang berhasil dikumpulkan menyebutkan bahwa selain muntah, mereka juga merasakan pusing. Sehingga total 16 orang harus dilarikan ke RSUD Ahmad Ripin, Sengeti, Muarojambi.

BACA JUGA:  Kantor Bupati Muarojambi Akan Gelar Penutupan Program TMMD

Petugas piket RSUD Ahmad Ripin Muarojambi saat dimintai keteranganya, Minggu (04/04/21) membenarkannya.

“Iya bang, ada sekitar 16 orang lagi dirawat, katanya keracunan habis makan bakso bakar, kini lagi dirawat di IGD,” sebut Sabek, petugas piket RSUD Ahmad Ripin Muarojambi.

Sementara itu Najman, warga desa Keranggan juga membenarkan kejadian ini.  Saat ini ia tengah berada di IGD RSUD Ahmad Ripin Muarojambi karena salah satu keponakannya juga ikut dirawat karena mual dan muntah usai makan bakso bakar tersebut.

BACA JUGA:  Kerap Buka Lahan Baru, Hutan di Kaki Gunung Kerinci Makin Gundul

“Makan bakso bakar yang ado daging, ada cekernya juga dan ati. Usai makan bakso bakar tu, anak-anak ni mual dan muntah muntah. Ada juga ibu satu orang dan anak gadis satu orang juga keracunan. Dan dari Rantau Majo ada juga yang keracunan, dan kabarnya dibawa ke RS Kambang,” sebut Najman, dilansir dari jambione.com grup siberindo.co.

Lanjutnya, bakso bakar yang masih belum termakan dibawa warga ke RSUD Ahmad Ripin Sengeti dan diserahkan ke petugas medis disana.

BACA JUGA:  Mensos Salut dengan Langkah Kemanusiaan SMSI

“Ada warga yang bawa sisa bakso bakar yang belum termakan dikasih ke petugas medis, untuk dicek,”tandasnya.

Kejadian ini turut dibenarkan pula oleh Direktur Rumah Sakit Umum Ahmad Ripin Muarojambi Dr. Ilham. “Iya ada 16 anak yang dirawat dengan kondisi muntah-muntah. 6 orang sudah pulang dan sisanya masih diinfus di IGD, sementara untuk hasil uji dari bakso bakar itu sendiri masih menunggu dari Balai POM,”tandasnya. (*/cr1)

News Feed