Mediajambi.com – Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Jambi pada September 2020, NTP Provinsi Jambi naik sebesar 3,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari 106,89menjadi 110,28. Kenaikan NTP pada September 2020disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian yang naik sebesar 2,97persen,dan indeks harga yang dibayar petaniturun sebesar 0,19persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi Wahyudin mengatakan kenaikan NTP terjadipada tiga subsektor yaitu subsektor Hortikultura yang naik sebesar 2,51 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 3,86 persen, dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,15persen. Penurunan NTP terjadi pada dua subsektor, yaitu subsektor Tanaman Pangan yang turun sebesar 0,01 persen dan subsektor Peternakan yang turun sebesar 0,44 persen.
Pada September 2020, NTP Provinsi Jambi untuk masing-masing subsektor tercatat sebesar 100,62 untuk subsektor Tanaman Pangan (NTPP); 100,79 untuk subsektor Hortikultura (NTPH); 113,03 untuk subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR); 97,78 untuk subsektor Peternakan (NTPT) dan 105,82 untuk subsektor Perikanan (NTNP) yang terdiri dari Perikanan Tangkap (NTN) sebesar 107,64dan Perikanan Budidaya (NTPi) sebesar 99,73.
Dikatakannya, Inflasi perdesaan di Provinsi Jambi tercatat sebesar minus 0,24 persen. Inflasi terjadi pada enam kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Lainnya; kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga; kelompok Kesehatan; kelompok Transportasi; kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman, serta kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.
Deflasi terjadi pada tiga kelompok yaitu kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau; kelompok Pakaian dan Alas Kaki serta kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan. Sementara itu pada kelompok Rekreasi, Olah Raga dan Budaya serta kelompok Pendidikan tidak terjadi perubahan indeks. “Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi September 2020 sebesar 110,45 atau naik 2,96 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” ucapnya lagi.(mas)











Komentar