MUARA BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo melakukan pencanangan vaksinasi Covid-19, Sabtu (6/2/2021). Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di seluruh Puskesmas yang ada di Bungo.
Bupati Bungo, H. Mashuri menjadi penerima pertama vaksin jenis Sinovac tersebut, setelah sebelumnya dinyatakan lolos skrining.
Kegiatan pencanangan yang digelar di rumah dinas Bupati Bungo juga dihadiri unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Bungo.
Dalam sambutannya, Mashuri menyebut Kabupaten Bungo telah menerima vaksin Sinovac sebanyak 4.360 dosis untuk tahap awal, yang akan diberikan kepada 2.168 tenaga kesehatan.
Selanjutnya secara bertahap vaksinasi akan dilakukan kepada tenaga kesehatan lainnya, orang rentan dan masyarakat umum lainnya, dengan total sasaran hingga 380.674 orang.
“Dengan dilakukannya vaksinasi ini kita berharap dapat mencegah transmisi dan menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat Covid-19 ini,” kata Mashuri.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menerima berita-berita yang tersebar melalui media sosial, dan jangan mudah terpengaruhi oleh berita yang tidak benar.
Mashuri mengatakan, salah satu kendala masyarakat tidak mau divaksin karena terpengaruh dengan isu bohong yang dibuat oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.
“Pemerintah melakukan vaksinasi tentu sudah melalui pertimbangan yang matang dan telah lulus uji klinis oleh para ahli,” tuturnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Bungo, Safarudin Matondang menyebutkan, hingga saat ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 840 orang dengan total kesembuhan sebanyak 513 orang dan total kematian sebanyak 47 orang.
Ia juga menyampaikan kepada masyarakat jangan takut untuk melakukan vaksinasi karena vaksin yang diberikan sudah jelas aman dan halal.
“Vaksin ini sudah aman dan halal jadi jangan takut untuk divaksin,” ungkapnya.
Pantauan di lapangan, meski masuk dalam daftar penerima vaksin pertama, namun Wakil Bupati Bungo, H. Safrudin Dwi Aprianto tidak jadi divaksin karena tidak lolos skrining.
“Tidak lolos, tensi darah tinggi dan beberapa sebab lain. Tunggu vaksin tahap selanjutnya saja,” ujar Apri. (*/cr1)
Sumber: metrojambi.com











Komentar