oleh

‘Perang’ Antar Timses di Dunia Maya Makin Panas, Haris-Sani Pastikan Akun Rasis Bukan Timnya

JAMBI- ‘Perang’ antar tim sukses (timses), simpatisan dan pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di dunia maya makin panas. Berbagai upaya dilakukan untuk meraih simpati dukungan. Bahkan, ada yang mengarah ke negatif campaign dan rasis. Yang lebih parah lagi, ada pula yang menggunakan cara tidak terpuji sehingga merugikan salah satu paslon.

Seperti yang dialami Haris-Sani. Pasangan nomor urut 3 ini sangat dirugikan oleh Akun facebook dengan id Abdi Putra, yang membuat status rasis tentang orang Kerinci. Akun ini menggunakan display picture (DP) Haris-Sani. Padahal, setelah diverifikasi oleh tim Haris-Sani, ternyata akun tersebut bukan bagian dari akun tim mereka.

Serangan’ tidak terpuji ini jelas membuat tim Haris-Sani berang. Direktur Media dan Publikasi Haris-Sani, Musri Nauli SH menegaskan bahwa Akun dengan id Abdi Putra itu bukan akun tim. “Setelah dicek, dipastikan itu bukan akun tim,” tegas Nauli kepada wartawan, Kamis (5/11).

Baca Juga  Dr. Auri Adham Sesalkan Pernyataannya Dipelintir TMC SZ-ERICK

Akun FB itu menuliskan kalimat ; “Tidak ada sejarahnya orang Kerinci yang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi. Jadi Jangan mimpi lur”. Atau dengan kata-kata lain merendahkan dan menghina orang Kerinci.

“Tidak mungkin para pendukung Al Haris-Sani mengungkapkan kata-kata demikian. Dari jauh-jauh hari, Wo Haris (sapaan Al Haris), telah meminta tim agar kampanye santun. Tidak boleh menjelek-jelekkan lawan. Itu tidak sehat. Seringkali Wo Haris menyampaikan kepada tim,” kata Bang Nauli -sapaan akrab Musri Nauli SH-.

“Jadi dipastikan, kata-kata itu tidak mungkin dari tim kami. Itu adalah upaya pembusukkan karakter sehingga akan menimbulkan antipati dari masyarakat,” tambahnya.

Terkait masalah ini, Nauli memastikan tim Haris-Sani akan menempuh jalur hukum. Pemilik akun tersebut akan diusut tuntas dan dijerat hukuman sesuai UU ITE. “Tim hukum kami sudah terima keberatan dari Wo Haris. Wo Haris meminta agar siapapun yang mengeluarkan kata-kata tidak pantas dapat segera diproses,” katanya.

Baca Juga  KPU Provinsi Jambi Nyatakan Hasil Tes Kesehatan dan Narkotika 13 Paslon Memenuhi Syarat

“Pokoknya siapa pun yang membuat pilkada menjadi tidak teduh akan berhadapan dengan hukum. Kita harus menjaga pilkada dapat disambut masyarakat dengan riang gembira,” jelasnya.

Terpisah, Al Haris, menegaskan bahwa seluruh warga Provinsi Jambi dari manapun berasal, adalah warga Jambi dan Indonesia. Jadi tidak ada beda. Semua sama di mata hukum dan demokrasi. “Semua berhak memilih dan dipilih. Tidak ada beda antara warga Kerinci atau daerah lain. Akun FB ini sangat menciderai demokrasi dan keberagaman di Jambi,” ujar Wo Haris.

Sementara, ditanya asal usulnya, Wo Haris menjelaskan bahwa dirinya keturunan Sekancing. Sekancing termasuk ke dalam Marga Tiang Pumpung. Keluarga Wo Haris juga ada yang berasal dari Pulau Sangkar. Kesemuanya adalah keturunan dari Kerinci.

Di masyarakat, cara pandang penghormatan  terhadap kerinci ditandai dengan “Kerinci tinggi. Kerinci rendah”. Di tengah masyarakat Marga Tiang Pumpung, dikenal sebagai Kerinci rendah. Sedangkan wilayah Kerinci malah dikenal sebagai Kerinci Tinggi.

Baca Juga  Siber Polda Jambi Telah Mengamati 877 Percakapan Pilkada di Facebook, Medsos Diperketat Pengawasan

Sehingga dipastikan, rumpun kekeluargaan antara Al Haris, keluarga besar Al Haris bahkan masyarakat Merangin mempunyai hubungan kekerabatan yang kuat dengan Kerinci.

“Jadi Kerinci itu ada Kerinci Tinggi dan Kerinci Rendah. Bisa baca sejarah Jambi lebih dalam lagi kalau mau tahu. Intinya, Kerinci tidak Kerinci, semua berhak dipilih dan memilih,” tegas Bang Nauli, menambahkan.

Direktur Advokasi Haris-Sani, Sarbaini SH, mengatakan statemen di akun FB itu membuat warga Kerinci tidak kondusif. Apalagi DP-nya memakai foto Haris-Sani. “Kami akan berusaha mencari tahu pemilik akun itu. Kalau tim akan kita nasehati dengan baik. Kalau tim lawan akan kita tempuh jalur hukum,” kata Sarbaini.(fey/Jambione.com)

Komentar

News Feed