Mediajambi.com– Angka terkonfirmasi Covid-19 di Kota Jambi saat ini ada sebanyak 264 kasus. Dari jumlah tersebut ada 148 orang yang masih dalam proses penanganan, 94 orang sembuh dan 4 orang meninggal dunia.
Saat ini tempat isolasi di Kota Jambi sudah penuh. Terpaksa ada beberapa kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.
Hal ini diakui Wakil Walikota Jambi Maulana, usai melakukan apel siaga penangan Covid-19 Kota Jambi di Mako Damkar, kemarin (7/10/2020).
Ia mengatakan, tujuannya dilakukan apel siaga tersebut untuk meningkatkan kekompakam dan kebersamaan dalam penanganan kasus Covid di Kota Jambi.
“Dari grafik perkembangan kasus, tren penambahan kasus posotif Covid-19 di Kota Jambi per hari (kemarin, red) menurun. Jumlah pelanggar masker juga berkurang,” kata Maulana, kemarin (7/10/2020).
Mualana mengatakan, saat ini tempat isolasi yang disiapkan pemerintah memang sudah penuh. Kerjasama tempat isolasi komersil bersama pihak hotel dan rumah sakit swasta masih dalam penjajakan.
“Ketika ada tambahan kasus yang terkonfirmasi positif covid-19 tanpa gejala, alternatifnya adalah isolasi mandiri di rumah. Kalau ada gejala harus tetap dilakukan pelayanan di rumah sakit. Tentu akan kita lakukan skala prioritas. Misal, saat ini di rumah sakit ada kasus yang tidak ada gejala maka bisa kita alihkan isolasi mandiri dan kasus baru yang ada gejala dirawat,” tuturnya. “Saat ini hanya sedikit yang isolasi mandiri,” katanya.
Terkait teknis pelaksanaa isolasi mandiri sebut Maulana, dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah RT. Puskesmas terdekat setiap hari melakukan komunikasi dengan pasien yang isolasi mandiri.
“Jika ada keluhan maka akan dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Kata Maulana, pihaknya juga akan menyiapkan satu rumah sakit swasta untuk dijadikan rumah sakit khusus penanganan Covid-19.
“Nantinya rumah sakit tersebut akan menangani pasien covid dengan kasus melahirkan, pasien covid dengan kasus patah kaki dan lainnya. Akan ada satu rumah sakit khusus untuk penangan itu,” ujarnya.
Sementara terkait hasil uji swab pasien yang terlalu lama menunggu, Maulana mengatakan, hal itu disebabkan kapasitas labor BPOM tidak seimbang dengan jumlah hasil tracking pasien positif Covid-19 di Jambi.
“Tidak seimbang rasionya. Banyak sampel dititipkan di ruang pendingin untuk menunggu antrian di uji,” akunya. (Yen)
Ruang Isolasi Penuh Pasien Covid-19 Terpaksa Isosali Mandiri di Rumah











Komentar