JAMBI- Sebanyak 50 pasien Covid-19 di Provinsi Jambi dinyatakan sembuh, Selasa (10/11/2020). Kini total pasien sembuh menjadi 830 orang Sementara kasus baru positif corona bertambah 11 orang. Totalnya menjadi 1.373 orang. Dan meninggal dunia 24 orang.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah menyampaikan, pasien yang hari ini dinyatakan sembuh diantaranya dokter dan tenaga kesehatan. Menurut dia, jumlah pasien sembuh hari ini merupakan yang terbanyak sejak ditemukannya kasus positif pertama di Jambi 21 Maret 2020 lalu.
“50 pasien sembuh hari ini berasal dari Kota Jambi, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Kerinci, Batanghari, dan Sarolangun. DIantara mereka ada yang dokter dan tenaga kesehatan,” katanya.
Mereka adalah pasien 1.052 seorang laki-laki inisial YM usia 39 tahun asal Kota Jambi, hasil swab mandiri. Pasien 1.050 seorang laki-laki inisial AZ usia 79 tahun asal Tanjabbar, riwayat perjalanan dari Magelang.
Untuk 14 pasein selanjutnya berasal dari Batanghari, yakni pasien 936 seorang perempuan inisial LE usia 44 tahun, kontak erat pasien 810. Pasien 942 seorang perempuan inisial RY usia 46 tahun, suspek Covid-19. Pasien 937 seorang perempuan inisial FP usia 21 tahun, kontak erat pasien 809. Pasien 932 seorang perempuan inisial N usia 47 tahun, suspek Covid-19.
Kemudian pasien 1.081 seorang perempuan inisial HR usia 57 tahun, hasil screening RDT reaktif. Pasien 1.066 seorang laki-laki inisial ARP usia 24 tahun, hasil screening RDT reaktif. Pasien 1.060 seorang laki-laki inisial MME usia 19 tahun, hasil screening RDT reaktif. Pasien 935 seorang perempaun inisial SSH usia 21 tahun, suspek Covid-19. Pasien 934 seorang perempuan inisial EJ usia 57 tahu, suspek Covid-19.
Selanjutnya pasien 931 seorang perempuan inisial DUS usia 21 tahun, kontak erat pasien 810. Pasien 973 seorang perempuan inisial NSY usia 21 tahun, kontak erat pasien 809. Pasien 972 seorang laki-laki inisial RHJ usia 14 tahun, kontak erat pasien 810. Pasien 1.068 seorang perempuan inisial AI usia 41 tahun, hasil screening RDT reaktif. Pasien 1.067 seorang laki-laki inisial I usia 56 tahun, hasil screening RDT reaktif.
Berikutnya pasien 1.063 seorang laki-laki inisial ARY usia 43 tahun asal Kota Jambi, hasil screening RDT reaktif. Pasien 961 seorang perempuan inisial HP usia 64 tahun, kontak erat pasien 746. Pasien 1.055 seorang perempuan inisial J usia 62 tahun asal Kota Jambi, kontak erat pasien 707. Pasien 684 seorang perempuan inisial LSP usia 21 tahun asal Muaro Jambi, kontak erat pasien 477.
14 pasien selanjutnya berasal dari Sarolangun, yakni pasien 662 seorang laki-laki inisial DA usia 33 tahun, riwayat perjalanan dari Palembang. Pasien 814 seorang perempuan inisial HWA usia 13 tahun, hasil screening RDT reaktif (suspek dengan anosmia). Pasien 844 seorang laki-laki inisial KM usia 21 tahun.
Tiga pasien lagi memiliki riwayat kontak erat pasien 814. Yakni pasien 917 seorang perempuan inisial LO usia 17 tahun, pasien 943 seorang perempuan inisial ARA usia 11 tahun, dan pasien 944 seorang perempuan inisial Y usia 16 tahun.
Selanjutnya pasien 924 seorang perempuan inisial WA usia 26 tahun, screening RDT Reaktif (Dokter Puskesmas Singkut). Pasien 923 seorang perempuan inisial EK usia 25 tahun, hasil screening RDT reaktif (Dokter Puskesmas Singkut). Pasien 927 seorang perempuan inisial NDC usia 16 tahun, kontak erat pasien 814.
Sementara lima pasien lainnya memiliki riwayat kontak yang sama, yaitu hasil screening RDT reaktif. Mereka adalah pasien 951 seorang perempuan inisial EAP usia 25 tahun, pasien 1124 seorang perempaun inisial TO usia 29 tahun, pasien 1125 seorang perempuan inisial JA usia 25 tahun, pasien 1126 seorang perempuan inisial DEN usia 31 tahun, dan pasien 1.127 seorang laki-laki inisial SO usia 26 tahun.
Pasien 798 seorang perempuan inisial WO usia 60 tahun asal Kota Jambi, hasil screening mandiri. Pasien 1.020 seorang perempuan inisial RES usia 49 tahun asal Muaro Jambi, hasil tracking. Pasien 985 seorang perempuan inisial ASN usia 28 tahun asal Muaro Jambi, kontak erat pasien 986. Pasien 1.021 seorang laki-laki inisial ARS usia 13 tahun asal Muaro Jambi, kontak erat pasien 986.
Lalu pasien 809 seorang perempuan inisial APS usia 22 tahun asal Batanghari, suspek dengan anosmia (mahasiswa KKN). Pasien 363 seorang perempuan inisial MD usia 37 tahun asal Kota Jambi, riwayat kontak perjalanan Palembang. Pasien 785 seorang perempuan inisial EAH usia 27 tahun asal Kota Jambi, hasil screening RDT reaktif. Pasien 657 seorang laki-laki inisial RKP usia 30 tahun asal Sarolangun, kontak erat pasien konfirmasi positif.
Kemudian, delapan pasien terakhir, berasal dari Kota Jambi, yakni pasien 687 seorang perempuan inisial KDN usia 40 tahun, kontak erat pasien 442. Pasien 689 seorang laki-laki inisial RAK usia 45 tahun, kontak erat pasien 442. Pasien 694 seorang perempuan inisial LK usia 29 tahun, hasil screening mandiri. Pasien 698 seorang perempuan inisial WAW usia 28 tahun, hasil screening RDT reaktif (tenaga kesehatan Rumah Sakit Kambang).
Selanjutnya, pasien 709 seorang laki-laki inisial SAH usia 60 tahun, kontak erat pasien 422. Pasien 713 seorang laki-laki inisial AHZ usia 30 tahun, suspek dengan anosmia (hilangnya indra penciuman). Pasien 668 seorang perempuan inisial LMA usia 40 tahun, kontak erat pasien 424. Pasien 795 seorang perempuan inisial ETY usia 38 tahun, kontak erat pasien 606.
Sementara itu, 11 orang pasien positif baru berasal dari Kabupaten Tebo dan Kerinci masing-masing 1 orang, Kota Jambi 6 orang, dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) 3 orang.(ist/Jambione.com)











Komentar