oleh

Kreativitas Menembus Batas, Seniman Jambi Berkarya di Tengah Prahara Pandemi

Oleh: Hendry Nursal

OPINI – “Sekarang Kita beristirahat, dan Pukul: 02.00 wib harus sudah bangun, memulai proses rias wajah. Sementara itu untuk penggunaan pakaian khusus (kostum-red) itu di lokasi,” Begitu Arahan dari pimpinan sanggar Sekintang Dayo, pada Pukul: 21.30 wib di ruang tari Taman Budaya Jambi (TBJ) UPTD Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, yang terletak di kawasan Sungai Kambang, Telanaipura, Kota Jambi Minggu (04/10/2020) malam.

10 Orang penari, 12 pemusik dan anggota lainnya yang turut terlibat dalam Tari Dana Sarah karya Eri Argawan bergegas pulang. Namun hanya sejenak mengambil keperluan pribadi lalu kembali lagi menuju kamar di bangunan khusus peristirahatan tamu (wisma) yang dimiliki TBJ untuk menginap.

Baca Juga  Koq Diucapkan Selamat? Tega Sekali

Sejuknya malam tak mampu mengantarkan para penari memasuki dunia mimpi lebih dalam. Padahal proses latihan diperpadat menghiasi hari-hari mereka secara rutin, bahkan tiga hari menjelang waktu pertunjukan, Latihan diperpanjang hingga malam.

Walaupun terpaksa dihentikan ketika jarum jam mendekati pukul: 21.00 wib, sebagai bentuk kepatuhan terhadap Surat keputusan Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kota Jambi mengeluarkan surat keputusan bersama Nomor: 02/SKB-GTC/IX/2020 tertanggal 28 September 2020.

Dalam surat tertanda tangan Wakil Walikota Jambi, termaktub Instruksi Walikota Jambi ‘tentang Pembatasan dan penghentian sementara kegiatan pada area publik, usaha kepariwisataan, keagamaan dan sosial kemasyarakatan dalam upaya antisipasi dan pencegahan terhadap penularan covid-19’. Salah satu isinya Pemberlakuan jam malam mulai pukul: 21.00 hingga 04.00 wib yang terhitung mulai tanggal 28 September sampai dengan 12 Oktober 2020.

Baca Juga  Dua Sahabat Wartawanku Yang Hebat, Semoga Kalian Cepat Sehat

Sehingga proses latihan, terasa lebih berat oleh kewajiban memakai penutup wajah atau masker, akibatnya asupan oksigen lebih minim berimbas pada stamina penari. Disana Eri Argawan selaku koreografer, mencari solusi terbaik bagaimana karya tetap maksimal dengan siasat yang dijalankan ialah durasi lebih banyak istirahat.

Hanya sejenak melepas lelah, semangat juga perasaan bangga mengokohkan jiwa-jiwa perempuan cantik dan terlatih tersebut karena telah menjadi bagian dalam pergelaran istimewa. Tidak gampang berada dalam tim yang akan ditampilkan pada pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Oktober 2020, salah satu rangkaiannya lomba Tari virtual Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau.

Baca Juga  Ayo ke TPS: Jadilah Pelaku Sejarah

Karena seleksi ketat dilakukan Sanggar yang telah berdiri sejak tahun 1993 itu, tercatat tidak kurang dari 200 orang terdiri dari Pengurus, Anggota kelas Pemula, Anggota Pengembangan, Anggota Terampil, Anggota Mahir dan juga Pemusik, mengasah kemampuannya disini.

 

 

Artikel ini telah tayang di Jambidaily.com
Judul Kreativitas Menembus Batas, Seniman Jambi Berkarya di Tengah Prahara Pandemi
Klik disini untuk baca selengkapnya: https://jambidaily.com/2020/10/09/kreativitas-menembus-batas-seniman-jambi-berkarya-di-tengah-prahara-pandemi/

Komentar

News Feed