oleh

Dinkes Catat 539 Nakes Jalani Vaksinasi Tahap I

SUNGAI PENUH – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sungai Penuh, Hatmizar, mengatakan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan sudah mencapai 57,9% atau 539 nakes dari total sasaran 1.016 tenaga kesehatan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Sungai Penuh mencatat sudah ada sebanyak 539 tenaga kesehatan (Nakes) yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

Hatmizar menjelaskan bahwa Hingga saat ini seluruh pelayanan kesehatan di kota Sungai Penuh telah mendapatkan jatah vaksin, kecuali puskesmas Sungai Bungkal yang belum melaksanakan vaksinasi dengan sasarannya 40 Nakes. Hal ini dikarenakan adanya nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19, makanya seluruh Nakes di puskesmas Sungai Bungkal telah kita swab,” kata Hatmizar.

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 di Jambi Sudah Tembus 513 Orang, 11 Meninggal

Disampaikan Hatmizar, dalam prosesnya menemui sejumlah kendala sehingga belum seluruhnya divaksin dan tertunda. Misalkan ganggu tensi, batuk atau yang lainnya sampai tensinya normal dan tidak ada lagi keluhan lainnya maka nakes tersebut akan divaksin, selain itu ada nakes wanita yang sedang hamil, menyusui dan mengikuti program hamil.

“Kecuali ada penyakit kormobid lain atau penyakit yang bertahan seperti serangan jantung dan penyakit lain yang tidak bisa diberikan vaksin serta pernah positif Covid-19. Untuk nakes yang sempat tertunda karena masalah kesehatan, secepatnya kita upayakan bakal disuntik vaksin,” paparnya.

Baca Juga  Pemkab Muaro Jambi Disebut Tak Miliki Izin Pertambangan

Beliau juga menjelaskan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan yang telah menjadi prioritas utama dan pertama dalam proses tersebut rencananya atau ditargetkan selesai pada akhir Februari. Sehingga tahap berikutnya untuk instansi dan pekerja yang banyak bertemu dengan orang.

“Saat ini pelaksanaan vaksinasi terhadap nakes terus berjalan di seluruh pelayanan kesehatan di kota Sungai Penuh dan pada tanggal 16 Februari nanti akan mulai dilanjutkan proses vaksinasi berikutnya atau dosis kedua atau yang telah 14 hari setelah menerima suntikan dosis pertama,” jelasnya.

Baca Juga  Wakil Ketua MPR: Meskipun Besok Kiamat, Pemimpin Berkewajiban untuk Terus Mensejahterakan Rakyat

Sementara itu, ketika disinggung terkait kekhawatiran vaksin akan rusak karena terlalu lama disimpan, Hatmizar menuturkan, bahwa vaksin telah disimpan sesuai dengan ketentuan, yaitu di gudang farmasi dengan suhu 2?-8?.

“Vaksin tetap kita jaga suhunya di gudang farmasi, dan vaksin yang kita distribusikan ke pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan yang mau kita vaksin pada hari tersebut, sehingga vaksin tetap terjaga di tempat penyimpanan,” tutupnya. (*/cr1)

Komentar

News Feed