Jambi – 2020 ini merupakan tahun yang paling menantang bagi Indonesia. Termasuk Provinsi Jambi. Saat pandemi virus corona belum usai, Jambi juga harus berhadapan dengan ancaman yang terjadi setiap tahun saat musim kemarau tiba. Yakni kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi bersama Danrem 042/Gapu Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI M Zulkifli dan Pemerintah Provinsi Jambi mengajak semua pihak, baik perusahaan maupun masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya karhutla di Provinsi Jambi. Ajakan ini disampaikan Irjen Pol Firman Shantyabudi saat memimpin rapat kerja pengendalian Karhutla di Makorem 042/Garuda Putih, Kamis (16/7) kemarin.
Firman minta Satgas Karhutla menyiapkan tindakan preventif atau upaya pencegahan agar tidak terjadi Karhutla di Provinsi Jambi pada tahun ini. ‘’ Setiap daerah atau kabupaten di harus melakukan tindakan preventif sebagai langkah awal untuk pencegahan karhutla di daerahnya masing-masing. Ini bisa dilakukan langsung kepada masyarakat dan pihak perusahaan,’’ katanya.
Pada kesempatan itu, Firman yang didampingi Karo Ops Kombes Pol Imam S dan Dirreskrimsus Kombes Pol Edi Faryadi menegaskan agar masyarakat dan perusahaan harus siap siaga. Menurut dia, jangan sampai pihak kepolisian melakukan penegakan hukum kasus karhutla.
“Saya berharap jangan sampai ada api. Sehingga langkah terakhir, yakni penegakan hukum bisa dieliminasi. Karena untuk melakukan penyidikan kasus karhutla itu membutuhkan dana yang sangat mahal,” kata jenderal bintang dua ini.
Menurut dia, selain berdampak pada kesehatan masyarakat, Karhutla juga banyak menimbulkan efek buruk lainnya. “Nanti akan kita ubah pola pikir masyarakat agar tetap menjaga lahan dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar,” pungkasnya (yuf/jambione.com)











Komentar