oleh

Debit Air Sungai Naik, Empat Kecamatan Terendam Banjir ROB

JAMBI- Memasuki musim hujan, Banjir mengahantui warga yang tinggal di wilayah rawan Banjir di Jambi. Khusus di Kota Jambi, warga di sejumlah komplek perumahan dan yang tinggal di wilayah bantaran Sungai Batanghari mulai khawatir dengan luapan Sungai Batanghari.

Kini debit Sungai Batanghari terus naik. Minggu kemarin (15/11/2020) ketinggian air berada pada angka 11.50 meter. Kondisi debit sungai Batanghari tersebut sudah naik sejak 4 hari lalu. Diperkirakan hari ini, Senin (16/11/2020) naik lagi

“Naik dari 4 hari lalu. Hari ini (kemarin) diangka 11.50 meter. Masuk level waspada,” kata Syahruddin, penjaga Pintu Air kawasan Ancol Kota Jambi, Senin (16/11/2020).

Syahruddin memprediksi debit air Sungai Batanghari akan terus naik. Karena hujan masih sering terjadi di daerah hulu Sungai Batanghari. “Kalau hujan di Kota Jambi tidak berpengaruh terhadap debit Sungai Batanghari. Ttapi kalau di hulu hujan  baru berdampak pada Sungai Batanghari di Kota Jambi,” jelasnya.

Sebelumnnya Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Feriadi mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Jika debit Sungai Batanghari sudah masuk 14.00 meter maka akan dilakukan apel siaga dan mulai menggerakkan seluruh komponen. “Kita ada beberapa status terkait banjir.Diantaranya waspada, siaga hingga tanggap darurat,” tambah Feriadi.

Baca Juga  Gubernur Al Haris Gunakan Hak Pilihnya di TPS 32 Rawasari

Menurut Feriadi, di Kota Jambi ada 6 Kecamatan yang rawan banjir. Yakni Kecamatan Pelayangan, Danau Teluk, Telanaipura, Jambi Timur, Pasar dan Danau Sipin. Sementara Banjir dadakan sudah dipetakan ada di Sembilan titik. “Seandainya hujan 1,5 jam atau 2 jam, kita sudah punya peta titik-titik mana saja yang Banjir genangan. Sudah bisa kita hitung,” katanya.

Ia meminta kepada camat dan lurah untuk menginformasikan kepada masyarakat. Jika hujan deras 1,5 jam hingga 2 jam, wilayah-wilayah yang biasa tergenang akan siap siaga.

“Karena itu sudah bisa diprediksi. Alirannya sudah bisa kita tunggu. Makanya langsung diinformasikan supaya masyarakat bisa menyelamatkan barang-barangnya,” ujarnya.

Feriadi meminta semua warga Kota Jambi tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ini. Tidak hanya Banjir saja yang diwaspadai, namun angin puting beliung, pohon tumbang dan tanah longsor juga.

Sementara itu dari Tanjab Timur dilaporkan, sejumlah kecamatan dilanda Banjir rob. Bahkan Banjir yang biasa dikenal dengan sebutan Banjir pasang surut ini lebih tinggi dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, biasanya wilayah di kecamatan yang sering dilanda Banjir rob ketinggian airnya hanya sekian centimeter saja. Tapi sekarang Banjir tahunan ini sampai masuk ke rumah-rumah warga.           Seperti yang terjadi di Kecamatan Kuala Jambi. Mayoritas rumah panggung menggunakan tiang tongkat itu sudah kemasukan air. Bahkan ketinggiannya sampai betis orang dewasa.

Baca Juga  Sebar Video dan Foto Bugil Pacar di Medsos, Pemilik Akun Kopi Dangdut Diamankan

Camat Kuala Jambi, Taufiq Kurniawan, saat dihubungi via telepon membenarkan kondisi tersebut. Selain rumah warga, sebagian fasilitas pendidikan juga terkena dampaknya. Bahkan yang biasanya hanya sebatas halaman sekolah yang terendam, sekarang masuk sampai ke ruangan kelas.

Banjir sudah terjadi sejak beberapa hari ini. Ini merupakan Banjir musiman di penghujung tahun. Hanya pasang surut. Banjirnya siang dan sore, malamnya surut lagi,” katanya.

Meski Banjir pasang surut, Taufiq mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap hewan air. Seperti ular dan lain-lain. Sebab, kondisi air yang pasang besar bisa mengundang ular masuk ke rumah. “Diimbau kepada masyarakat untuk menjaga anak-anak, dan agar juga lebih waspada terhadap hewan air, seperti ular,” ujarnya.

Sementara, Kecamatan Muara Sabak Barat yang merupakan ibukota Muara Sabak juga terkena dampak Banjir rob. Bahkan Banjir itu terjadi di wilayah yang banyak binatang buasnya, seperti buaya.

“Ya, di Kelurahan Teluk Dawan saat ini terjadi Banjir pasang surut. Tapi warga disitu harus lebih waspada, karena Buaya yang kerap muncul dapat menyerang warga disitu,” kata Camat Muara Sabak Barat, Arie Julian Saputra. “Sebelumnya saya bersama Bapak Pjs Bupati Tanjabtim sudah meninjau ke Kelurahan Teluk Dawan  untuk rencana pembangunan Turap,” sambungnya.

Baca Juga  Wabup Muarojambi Resmi Buka TMMD ke-110 Kodim 0415/Batanghari

Menurut Arie, sampai saat ini pihaknya belum mendapat informasi, baik dari pihak kelurahan maupun warga setempat, kalau ada warga yang akan mengungsi. Namun, dia akan tetap berkoordinasi dengan BPBD Tanjabtim jika ada warga yang akan mengungsi.

“Tapi untuk saat ini kita telah mengimbau warga untuk tetap waspada, agar tidak ada terjadi lagi serang buaya seperti yang terjadi sebelumnya,” ucapnya.

Terpisah, Kepala BPBD Tanjabtim, M. Jakfar melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Indra S Gunawan mengatakan ada beberapa kecamatan yang terkena dampak Banjir rob. Seperti Kecamatan Kuala Jambi, Muara Sabak Barat, Muara Sabak Timur, Berbak dan lainnya. “Kondisi ini terus kita pantau. Saat ini kita belum mendapat kabar ada warga yang ingin mengungsi. Tapi jika ada, kita siap 24 jam membantu,” tegasnya.

Selain pemantauan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi intens dengan pihak kecamatan terkait perkembangan Banjir tersebut. Pasalnya, Banjir itu terjadi hanya beberapa jam tidak menetap, dan kemudian akan surut lagi. “Hari Senin nanti kita akan mengeluarkan surat imbauan terkait bahayanya hewan air saat Banjir pasang datang. Jadi warga harus tetap lebih waspada dengan kondisi banjir,” pungkansya.(ali/zal/Jambione.com)

Komentar

News Feed