oleh

Pemprov Terima 505.199 Vaksin di Jambi

JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi akan menerima 505.199 dosis vaksin Covid-19 tahap kedua. Kemenkes RI mulai mendistribusikannya pada akhir Februari dan berkemungkinan sudah diterima Pemerintah Provinsi Jambi pada awal Maret.

Pelaksana Harian Gubernur Jambi Sudirman SH MH mengatakan, vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang menyasar petugas pelayanan publik dan lansia secara nasional dimulai pekan keempat Februari. Dengan jumlah sasaran nasional 17,4 juta orang, Provinsi Jambi akan menerima 505.199 dosis,” katanya, Rabu (17/2/2021) di Ruang Pola Kantor Gubernur.

Vaksin tahap kedua ini akan diberikan kepada kelompok lansia sebanyak 275.307 dosis, pendidik 89.599, pedagang pasar 28.095, tokoh agama 1.194, wakil rakyat 451, pejabat negara 12, dan pegawai pemerintah 47.081 dosis.

Selanjutnya, aparat keamanan 13.523 dosis, pelayan publik 45.133, transportasi publik 4554, serta petugas pariwisata hotel  dan restoran 250 dosis.

Seperti dilansir dari metrojambi grup siberindo.co, menurut Sudirman, bila secara nasional dimulai akhir Februari, kemungkinan di Provinsi Jambi akan dimulai pada awal Maret.

Baca Juga  Gandeng Sumitomo, Progres PLTA Kayan Signifikan

“Pada rapat hari ini kita akan mulai tahapan pendataan target sasaran pelayan publik untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19,” tuturnya. Hasil dari inventarisasi sasaran vaksinasi akan diputuskan pada Senin, 22 Februari 2021.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi Raflizal menyatakan, vaksinasi tahap pertama sudah mencapai  73,58 persen atau  17.547 orang. Dia menargetkan, realisasi vaksinasi tahap pertama akan mencapai 90 persen sebelum Ramadan.

Baca Juga  Konsolidasi Caleg Jabar, Sekjen Gerindra Minta Jangan Bertindak Negatif yang Bisa Rugikan Prabowo

“Awal vaksinasi tahap pertama memang menemukan sedikit hambatan karena masih percaya dengan hoax, tetapi sekarang vaksin sudah menjadi kebutuhan,” katanya.

Untuk vaksinasi tahapan kedua, Raflizar menyebut bahwasanya sasarannya termasuk lansia di bawah 80 tahun dan comorbid (pemilik penyakit bawaan). “Comorbid sudah ada rekomendasi untuk divaksin, seperti diabet terkontrol. Vaksin tahap kedua masih Sinovac,” tandasnya. (*/cr1)

Komentar

News Feed