JAMBI- Jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020, 9 Desember mendatang, secara mengejutkan para petugas penyelenggara Pemilu dinyatakan positif covid-19. Total 20 orang dengan rincian 10 petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) Sarolangun dan 10 lagi adalah hasil screening rapid test KPU Tanjab Barat.
Untuk diketahui, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Jambi bertambah lagi, Selasa (24/11/2020). Data dari satgas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi ada 40 penambahan pasien terkonfirmasi hari ini. Dari 40 orang itu, 20 di antaranya adalah penyelenggara Pemilu.
Dengan tambahan 20 orang positif, saat ini penyelenggara Pilkada yang sudah dinyatakan positif corona berjumlah 33 orang. Sebelumnya, Minggu (22/11/2020), sudah ada 13 petugas KPPS Sarolangun dan hasil screening KPU Tanjab yang juga sudah dinyatakan positif covid-19.
Juru bicara penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah menolak para petugas penyelenggara pemilu tersebut dikatakan dari klaster Pilkada. Dia menegaskan, puluhan petugas KPPS dan screening KPU yang positif itu belum bisa disebut klaster Pilkada. “Belum (bisa disebut klaster Pilkada, red),” kata Johansyah via pesan whatsapp, Selasa malam. Namun, dia tak menjawab ketika ditanyakan alasannya.
Dari Tanjab Barat dilaporkan, ratusan petugas KPPS terpaksa menjalani isolasi mandiri. Pasalnya, sebanyak 142 petugas penyelenggara Pemungutan suara tersebut tersebut reaktif rapid test. Rapid test tersebut dilaksanakan di Puskesmas yang ditunjuk melalui koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan KPU Tanjabbar.
Seluruh panitia terlibat penyelenggara Pilkada Serentak 2020 di Tanjabbar, yang jumlahnya ribuan diharuskan mengikuti rapid test. Adapun penyelenggara yang di-rapid test mulai dari PPK dan sekretariat, PPS dan KPPS hingga PAM TPS. ” Hasil rapid test ada 142 orang yang reaktif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tanjabbar, Andi Pada, Selasa (24/11/20).
Sesuai dengan protokol kesehatan, semua petugas KPPS harus menjalankan isolasi mandiri untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan sebagi upaya pemutusan rantai pandemi Covid-19. “Saat ini mereka sedang menjalani isolasi mandiri. Sementara menunggu hasil swab test keluar sepekan kedepan untuk memastikan apakah postif terpapar Covid-19,” jelas Andi Pada.
Sementara Ketua KPU Tanjab Barat, Hairuddin melalui Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, M Ilyas mengatakan, menyikapi ada ratusan petugas KPPS yang hasil rapid testnya reaktif, KPU akan bertindak sesuai aturan. “Sesuai dengan regulasi kami, jika hasil rapid tes reaktif maka mereka harus menjalankan isolasi mandiri. Dan yang bersangkutan juga tidak boleh diberhentikan. Apabila sudah sembuh nanti bisa tetap melanjutkan tugasnya sebagai KPPS,” katanya.
‘’Tapi apabila di swab positif dan merasa dirinya sakit, tidak bisa menjalankan tugas dan mengundurkan diri, maka kita akan melakukan penggantian,” tambahnya.
Terpisah, Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal mengatakan, sesuai dengan PKPU 13, sebelum bertugas, anggota KPPS harus dilakukan rapid test. “Ini sebagai bentuk pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dan antisipasi agar Pilkada bisa bersih dari Covid,” katanya.
Bagi petugas yang reaktif, kata dia, akan menjalani isolasi mandiri. Nantinya mereka akan kembali menjalani rapid tes kedua. Menurut Apnizal, bisa saja reaktif bukan karena covid, tapi soal imun tubuh. “Jika rapid tes kedua non reaktif, maka bisa langsung bekerja. Namun jika masih reaktif, langsung kita ganti,” jelasnya.
Menurut Apnizal, penggantinya sudah ada. Pihaknya akan memilih peserta yang ikut mendaftarkan diri pada saat seleksi sebelumnya. “Kita sudah siapkan pengganti,” ujarnya. Apnizal mengatakan, langkah inidilakukan sebagai upaya KPU selaku penyelenggara Pemilu, benar-benar menyelenggarakan pesta demokrasi secara bersih dari covid. Sehingga masyarakat tidak ragu untuk datang ke TPS memberikan hak pilihnya.
Lalu bagaimana kemungkinan terjadinya klaster Pilkada? Apnizal mengatakan, itulah sebagai bentuk antisipasi KPU menghindari terjadinya klaster Pilkada. Sesuai PKPU 13, pihaknya menjamin penyelenggara dulu non reaktif. “Kalau tidak kita laksanakan rapid test, bayangkan kalau ini tidak diketahui dari awal, justru tidak dapat diantisipasi,” ujarnya.
Lebih lanjut Apnizal mengatakan masyarakat tidak perlu ragu datang ke TPS, 9 Desember nanti. “Ini hal baru dalam pelaksanaan Pilkada serentak saat pandemic. Jadi kami memang menyusun petugas yang bersih. Dan ini memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.(fey/Jambione.com)











Komentar