oleh

Lagi 46 Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Jambi By Maas, SH

Mediajambi.com – Data dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi hari ini, Rabu (25/11/2020) terjadi penambahan 46 kasus. Sehingga secara keseluruhan berjumlah 1.735 kasus.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah, mengatakan dari 46 pasien yang terkonfirmasi hari ini tersebar pada tujuh  wilayah. Dengan  rincian sebagai berikut Tanjab Timur 7 orang, Bungo  12 orang, Batanghari 2 orang, Sungaipenuh 1 orang, Kota Jambi 17 orang dan Kerinci  6 orang.  “Sementara pasien sembuh 53 orang dan diperbolehkan pulang,” terang Johansyah.

Secara keseluruhan warga Provinsi Jambi yang terkonfirmasi  Covid 19 berjumlah 1.735 orang.  Dalam proses 443 orang, suspek 120 Sedangkan pasien  yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.256  orang, kematian 36 orang  dan uji swab 192 orang.

Dari data itu,  Kota Jambi masih tertinggi 639 orang,  diikuti Muarojambi 218 orang, Tanjab Barat 186 orang, Sarolangun 148 orang, Bungo 133 orang, Batanghari 130 orang,   dan   Lima wilayah lainya masih dibawah 100 orang.

Baca Juga  Jenderal Dudung Resmikan Layanan CT Scan RS Umum Pindad Bandung

Selanjutnya peta zona penyebaran Covid-19 dari 11 kabupaten/kota, 4 wilayah masuk zona orange dan 7 wilayah lainnya berada di zona kuning. “Wilayah zona orange yaitu Kota Jambi, Sungaipenuh, Tanjab Timur dan Tebo,” ujar Johansyah.

Pemprov Jambi terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penangana  Covid-19 dari hulu ke hilir. Selain terus mengingatkan 3M, juga merekomendasikan 3 T dalam melakukan pencegahan dan penanganan covid-19, yaitu Test, Tracing, serta Treatment.

Baca Juga  Muzani: Prabowo Bertekad Selesaikan Masalah Kemiskinan di Indonesia

Pihaknya selalu mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di tengah pandemi covid-19. Saat ini Prokes  merupakan salah satu upaya pencegahan. Upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 lainnya, dilakukan beberapa upaya dari hulu ke hilir. “Masyarakat paham adanya Covid-19, tapi masih banyak yang mengabaikannya,” ujarnya.(mas)

 

Komentar

News Feed