oleh

39 Pasien Terkonfirmasi Covid-19, Status Kota Jambi Turun Jadi Zona Kuning

Mediajambi.com – Walau Kota Jambi berada di daerah penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi. Sempat masuk zona merah kemudian di zona oranye dan saat ini turun menjadi zona kuning.

Data dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi hari ini, Kamis (26/11/2020) peta penyebaran zona Covid-19 dari 11 kabupaten / kota, 5 wilayah masuk zona orange dan 6 wilayah lainnya berada di zona kuning.

“Wilayah zona oranye yaitu Sungaipenuh, Tanjab Timur, Tanjab Barat dan Batanghari. Bahkan secara keseluruhan Provinsi Jambi masuk zona oranye,” ujar juru Bicara Satuan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah.

Baca Juga  Pjs Gubernur Jambi Peringati Hari Pahlawan 2020 di Merangin

Dijelaskannya dari 39 pasien yang terkonfirmasi tentang berita terkenal pada tujuh wilayah. Dengan rincian sebagai berikut Tanjab Timur 3 orang, Tanjab Barat 8 orang, Bungo 3 orang, Tebo 1 orang, Batanghari 17 orang, Kota Jambi 2 orang dan Kerinci 5 orang. “Sementara pasien sembuh 53 orang dan dibolehkan pulang,” terang Johansyah.

Secara total warga Provinsi Jambi yang terkonfirmasi Covid 19 yang menyatakan 1.774 orang. Dalam proses 475 orang, suspek 122 Sedangkan pasien dinyatakan yang dinyatakan sembuh sebanyak 1.263 orang, kematian 36 orang dan uji swab 146 orang.

Baca Juga  Diundang KSAD, Ketua MUI, Wapres Bakal Akan Hadiri Isra Mi'raj di Cianjur

Dari data itu, Kota Jambi masih tertinggi 641 orang, diikuti Muarojambi 218 orang, Tanjab Barat 194 orang, Sarolangun 148 orang, Batanghari 147 orang, Bungo 136 orang dan lima wilayah lainya masih dibawah 100 orang.

Pemprov Jambi saat ini sudah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 tahun 2020 tentang adaptasi adaptasi baru dari masyarakat produktif dan aman Virus Corona Desease-19 (Covid-19).

Baca Juga  Pjs. Gubernur Sudirman: Harmonisasi Sangat Penting Agar Peraturan Daerah Tidak Bertentangan

“Belum ditemukan vaksin dan pengobatan definitif Covid-19 diprediksi akan masa pandemi, sehingga harus siap dengan keseimbangan baru dalam kehidupan masyarakat. Aspek kesehatan, sosial dan ekonomi harus berjalan beriringan dan saling mendukung agar tercapai tujuan yang diharapkan. Berbagai kebijakan untuk percepatan penanganan Covid -19 harus tetap mendukung keberlangsunagan perekonomian dan aspek sosial masyarakat, ”ujarnya. (Mas)

Komentar

News Feed