oleh

Di masa Pandemi, Beranda Perempuan Terus Fokus Terhadap Traumatik Psikologis Korban Pelecehan

JAMBI – Masa pandemi Covid-19 telah mengubah sistem pembelajaran anak-anak yang mulanya di sekolah menjadi pembelajaran jarak jauh dari rumah masing-masing.

Hal ini juga yang sedang dijalani oleh 6 orang anak korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh AL, seorang oknum guru ngaji di Kota Jambi yang kasusnya mencuat awal tahun 2020 lalu.⁣

Kondisi ini membuat anak-anak yang mengalami trauma psikologis tersebut semakin tertekan, jarak rumah korban yang berdekatan dengan pelaku disinyalir membuat anak-anak sulit keluar dari traumanya. Apalagi kasus ini masih menunggu hasil putusan Mahkamah Agung.

BACA JUGA :Dulu Yakin Cuma Konspirasi, Baru Percaya Setelah Adik Sendiri Kena Corona

1 min read

Dalam keterangan tertulis yang diterima jambidaily.com (Senin, 28/09/2020) Beranda perempuan bersama relawan Save Our Sister’s berjumlah 4 orang dari Universitas Jambi memberikan layanan psikososial pada korban dengan kegiatan edukasi dan permainan untuk anak-anak perempuan korban pelecehan pada Minggu (27/9) lalu di rumah salah satu korban.

Baca Juga  Ditkrimsus Polda Jambi Jambi Rekam Ribuan Percakapan Terkait Pilkada

Anak-anak diajak untuk mewarnai, berdiskusi seputar pelajaran sekolah serta permainan sederhana. Ditengah mewabahnya Covid-19, Beranda tetap memberikan layanan dengan menerapkan protokol kesehatan pada prosesnya.⁣

IKUTI : ⁣Hati-hati, Jangan Sampai Kena Gaming Disorder!

1 min read

“Kami sedang gotong royong mengembangkan layanan berbasis komunitas bagi korban kekerasan berbasis gender. Ini dimulai dari hal-hal sederhana, diharapkan dapat membantu korban perlahan-lahan melupakan traumanya dan dapat tumbuh tanpa rasa takut,” Ujar Zubaidah selaku Direktur Beranda perempuan.

“Selama kegiatan berlangsung, tampak jelas senyum sumringah yang muncul dari wajah para korban. Namun, beberapa anak yang mengalami trauma dalam kategori berat terlihat masih sulit untuk berinteraksi secara aktif dan cenderung lebih pendiam daripada yang lain. Meskipun begitu, anak-anak tetap antusias jika agenda ini dilakukan setiap minggunya,” Tandasnya. (*/)

Baca Juga  Gerindra Ingin Prabowo Presiden, Muzani: Kami Ingin Kekayaan Indonesia Digunakan untuk Kemakmuran Rakyat

 

1 min read

Komentar

News Feed