Mediajambi.com – Berdasarkan pantauan harga-harga dibeberapa pasar tradisional di Kota Jambi, seperti Pasar Angso Duo, Talang Banjar dan Simpang Pulai, Selasa (29/9/2020) Harga Cabe Merah besar mengalami kenaikan harga dari Rp 24.000 menjadi Rp26.000 atau sebesar Rp 2.000. Naiknya disebabkan berkurangnya pasokan cabe merah dari lokal, Palembang dan Jawa Tengah.
Plt Kepala Disperindag Provinsi Jambi Rosnifa mengatakan hari ini komoditi kebuuhan pokok yang mengalami kenaikan adalah cabe merah. Baik Cabe Merah keriting maupun cabe merah besar. “Kedua komoditi cabe ini naik sebesar Rp.2.000/kg disebabkan berkurangnya pasokan cabe merah dari lokal, Palembang dan Jawa Tengah,” ujarnya, Selasa pagi (29/9/2020).
Menurutnya, komoditi kebuuhan pokok lain tidak mengalami kenaikan atau dalam keadaan stabil. Namun katanya kenaikan cabe merah ini tidak signifikan dan masih dalam batas kewajaran. Pasalnya harga komoditi cabe tidak bisa diprediksi. Terkadang pagi hari naik, sore turun lagi. “Karena cabe komoditi tidak tahan lama, pedagang pengecer pun tidak berani membeli stok banyak, takut rugi,” ujar Rosnifa.
Dikatakannya, Provinsi Jambi hingga saat ini masih menggantungkan produksi cabe dari luar Provinsi Jambi guna memenuhi kebutuhan.”Cabe merah lokal tidak mencukupi,” tansanya.
Naiknya harga komoditi cabe merah ini diakui Nuraini (39) pedagang cabe merah di Pasar Angsoduo. Menurutnya pedagang membeli cabe dari agen dalam karung, terkadang banyak yang rusak, patahpatah dan busuk akibat lamanya diperjalanan. Sedangkan pembeli membeli cabe dengan dipilih, dampaknya pedagang terkadang mengalami kerugian, karena tidak bisa memilih.”Apakah cabe dalam karung kondisinya bagus atau rusak,” ucapnya.(mas)











Komentar