oleh

24 dari 100 Guru Gagal Vaksinasi Covid-19

JAMBI – Saat ini, proses vaksinasi terhadap para guru di satuan pendidikan Kota Jambi secara bertahap dilakukan vaksinasi. Senin (29/3/2021) kemarin, 100 guru secara bergantian mendatangi Disdik Kota Jambi, untuk divaksinasi.

Guru-guru tersebut berasal dari beberapa sekolah seperti, SDN 174, SDN 35, SDN 53, SDN 148, SDN 149 dan SDN 104 Kota Jambi. Sebelum melakukan vaksinasi guru terlebih dahulu dilakukan skrining atau pengecekan tekanan darah.

Kadisdik Kota Jambi, Mulyadi mengatakan bahwa, pemberian vaksinasi untuk guru selain karena memang salah satu program pemerintah juga untuk memberikan kenyamanan bagi orang tua siswa.

Baca Juga  Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non PNS Apresiasi Penyaluran Bantuan Subsidi Upah

“Kita lakukan untuk memberikan kenyamanan atau menghilangkan was-was dari para orang tua terhadap anaknya yang pada saat ini kan melaksanakan pembelajaran tatap muka,” jelas Mulyadi.

Ia mengatakan bahwa, pelaksanaan vaksinasi hari ini (kemarin,red) dilaksanakan di lapangan tenis Disdik Kota Jambi agar mudah dijangkau. “Divaksin di sini agar mudah di jangkau,” ujarnya.

Baca Juga  Pekan Depan Siswa di Kota Jambi Mulai Tatap Muka

Mulyadi mengimbau kepada seluruh guru untuk mengikuti vaksinasi ini. “Kita imbau semua untuk ikut divaksin. Karena program dari pemerintah untuk kenyamanan kita bersama,” kata dia, dilansir dari jambione.com grup siberindo.co.

Meski begitu, Mulyadi menyebutkan, dari 100 guru yang divaksinasi, 24 di antaranya gagal divaksinasi dengan berbagai alasan. Seperti di antaranya tekanan darah tinggi, sakit, sedang puasa dan sebagian sedang diklat.

“Yang gagal ini akan divaksin ketika tekanan darahnya sudah normal, beberapa hari ke depan,” tandasnya.

Baca Juga  PAN dan Gerindra Sepakat Sistem Pileg 2024 Proporsional Terbuka

Sementara itu, Zuhriya salah satu guru di SDN 74 mengatakan, ia mengikuti vaksinasi tersebut lantaran sudah menjadi aturan pemerintah dan sebagai upaya untuk meningkatkan imun tubuh agar tetap terjada dari Covid-19.

“Pasca disuntik tidak ada gejala apa-apa. Sebelumnya juga sudah disosialisasikan terelebih dahulu. Juga tidak ada persiapan apa-apa sebelum disuntik. Untuk vaksin kedua belum tahu kapan, nanti dikasih tahu ke sekolah masing-masing,” tutupnya. (*/cr1)

News Feed