oleh

Keluar dari PAN, Keluarga Nurdin Bisa Reborn di “Kandang Banteng”

JAMBI- Setelah menyatakan bergabung dengan PDIP, Muhammad Sum Indra langsung menerima Kartu Tanda Anggota (KTA). Dengan KTA tersebut, Sum beru dinyatakan resmi masuk ke kandang Banteng Moncong Putih.

KTA Sum Indra diserahkan langsung oleh Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto saat konsolidasi kader PDIP di RT 38 Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Rabu (11/11/2020) . Bukan hanya KTA, Sum Indra juga mendapat kehormatan memakai jas merah kebesaran PDIP yang juga dipakaikan langsung oleh Edi Purwanto.

Sum Indra juga turut memboyong adik kandungnya Ferry Ardiansyah bergabung ke PDIP.

Penyerahan KTA dan pemakaian jas PDIP kepada Sum Indra, disaksikan langsung oleh Ratu Munawaroh Zulkifli.

Sembari memperlihatkan kartu keanggotaan sebagai kader partai berlambang moncong putih, keponakan kandung Zulkifli Nurdin itu tampak tersenyum bahagia. “Tambah gagah saya pakai jas merah ini. Tambah cerah,” ujar Sum Indra saat baru saja mengenakan jas merah, baju kebesaran PDIP.

Dalam sambutannya dihadapan kader PDIP, Sum Indra mengaku sangat bangga  dan terhormat berada di keluarga besar PDIP. “Saya sangat bangga dan terhormat sekali menjadi kader PDIP. Mari kita bersama – sama membesarkan partai ini,” kata Sum Indra.

Senator asal Jambi itu juga mengajak seluruh kader PDIP untuk bersama – sama memenangkan CE – Ratu di Pilgub Jambi 9 Desember mendatang. “Sebagai kader PDIP, saya mengajak seluruh kader dan masyarakat bersama – sama memenangkan CE – Ratu. Kemenangan CE – Ratu adalah kemenangan kita bersama,” tegas Sum Indra yang langsung disambut tepuk tangan seluruh kader PDIP yang hadir.

Baca Juga  Tak Peduli Visi Misi Paslon, Warga Tunggu ‘Siraman’

Dengan bergabungnya mantan Wakil Walikota Jambi yang kini sebagai anggota DPD RI di Partai PDIP, tentunya menunjukkan trah Nurdin masih solid di kancah perpolitikan Jambi. Khususnya mendukung Ratu Munawaroh di Pilgub Jambi.

PDIP sangat diuntungkan dengan bergabungnya trah keluarga Nurdin Hamzah. Ini tentunya akan menambah amunisi dan kekuatan PDIP dalam Kontestasi Pilkada Provinsi Jambi 2020 dan Pemilu 2024 mendatang.

Bergabungnya keluarga Nurdin ke PDIP juga diyakini bakal berdampak pada peta politik Jambi ke depan. Selama ini Keluarga Nurdin identik dengan PAN. Bahkan, sulit untuk dibantah bahwa keluarga Nurdin lah yang punya andil besar membesarkan partai berlambang matahari terbit itu dan bisa berkuasa beberapa periode di Provinsi Jambi.

Namun, perlahan Trah Nurdin mulai tersisih sejak Zumi Zola tersangkut kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2017-2018. Tak lama kemudian, Keluarga Nurdin makin redup setelah Zulkifli Nurdin meninggal dunia. Tidak ada lagi trah Nurdin yang masuk dalam kepengurusan PAN Jambi.

Sebenarnya, keluarga Nurdin berusaha bangkit lagi ketika munculnya nama Ratu sebagai calon wakil Gubernur untuk mendapingi Fachrori Umar yang baru dilantik sebagai Gubernur definitif menggantikan Zumi Zola, Maret lalu. Namun, entah apa yang terjadi Ratu terganjal. Padahal kabarnya, ketika itu Fachrori sangat menginginkan Ratu sebagai wakilnya.

Baca Juga  Pilgub Jambi, ASN Terbelah jadi Tiga Kubu

Belakangan, momen pilgub Jambi ini membuka kembali peluang kebangkitan  keluarga Nurdin di PAN. Nama Ratu kembali digadang gadangkan maju sebagai cawagub dari PAN. Namun, seiring berjalannya waktu dan manuver di internal PAN, Ratu pun tersingkir lagi. Akhirnya Ratu memilih bergabung dengan PDIP. DIa maju sebagai cawagub Cek Endra yang diusuang Golkar dan PDIP.

Langkah Ratu itupun diikuti Sum Indra dan keluarga Nurdin lainnya. Sejumlah politisi  memprediksi masuknya keluarga Nurdin ‘ke kandang’ Banteng Moncong Putih sangat menguntungkan kedua belah pihak. PDIP diuntungkan, karena keluarga Nurdin memiliki basis massa dan sangat disegani di Provinsi Jambi. Ini jelas akan berdampak electoral bagi PDIP ke depan.

Disisi lain, dengan bergabung membawa gerbong ke DPDI, keluarga Nurdin diyakini bisa bangkit lagi alias reborn dikancah perpolitikan Jambi. Apalagi jika CE-Ratu bisa memenangkan Pilgub Jambi. ‘’ Setelah tersisih di PAN, Trah Nurdin sulit bangkit lagi. Dengan bergabung ke PDIP, mereka diyakini bisa kuat lagi. Karena PDIP adalah partai besar. Pemenang pemilu di Jambi dan secara nasional. Apalagi jika CE-Ratu berhasil memenangkan Pilgub Nanti. Jelas ini akan membawa dampak bagi Trah Nurdin maupun PDIP,’’ kata salah seorang politisi senior di Jambi yang minta namanya tidak ditulis.

Baca Juga  Istri dan Anak Wakil DPRD Provinsi Jambi Terkonfirmasi COVID-19

Sementara itu, bagi PAN, menurut dia, hengkangnya keluarga Nurdin ini merupakan ujian. Karena selama ini, PAN sangat identik dengan keluarga Nurdin. Apakah tanpa embel embel keluarga Nurdin, PAN bisa mempertahankan basis elektoralnya? Nanti waktu yang akan menjawab.

‘’ Selama ini PAN memang identik dengan keluarga Nurdin. Semua figur potensial di PAN dari keluarga Nurdin. Dengan hengkangnya keluarga Nurdin, ini merupakan tantangan baru bagi PAN ke depan. Sebab, saat ini belum ada figur yang menonjol di PAN. Ini terbukti dengan tidak adanya kader yang layak disorong  maju di Pilgub Jambi kali ini,’’ kata politisi yang penah duduk di DPRD Provinsi Jambi ini.

Menurut dia, sudah saatnya PAN melakukan pengkaderan untuk mencari figur yang benar benar ‘layak jual’.  ‘’ Figur yang ada saat ini saya nilai belum ada yang terlalu menonjol. Kita tidak tahu ke depannya. Apakah dengan bergabungnya Al Haris bisa membawa efek electoral bagi PAN, juga perlu pembuktian. Paling tidak ini bisa dilihat dari hasil Pilgub nanti,’’ pungkasnya. (fey/kum/Jambione.com)

 

Komentar

News Feed