JAMBI – Tensi politik di Partai Golkar Kota makin panas jelang pelaksanaan Musda, Minggu (26/7/2020) . Sampai Kamis (23/7) kemarin ada lima kandidat calon ketua yang sudah mendaftar. Yaitu, A Roni, Jenewar, Asnadi Pranata, Endria Putra dan Budi Setiawan. Dari lima nama tersebut, hanya Endria dan Budi yang disebut sebut bakal bersaing ketat dalam Musda kali ini.
Sejak beberapa hari terakhir, kabarnya Endria dan Budi terus bergerilya.
Berbagai startegi untuk meraih dukungan mayoritas dilakukan. Awalnya, Endria disebut sebut sudah mengantongi 9 dukungan. Sementara Budi 8 dukungan. Namun, belakangan Budi mengklaim sudah meraih 10 dukungan.
Menurut informasi, Budi berhasil mendapat dukungan dari mayoritas pengurus kecamatan (PK). Selain itu dia juga mendapat dukungan dari para politis senior Golkar. Salah satunya Kemas Faruq. Juga tersiar kabar, Budi sudah bertemu dengan Ketua DPD I Cek Endra dengan sejumlah calon ketua DPD II Golkar kabupaten.
Melihat pergerakan Budi yang kian masif tersebut, kabarnya kubu Endria yang disokong oleh sejumlah pengurus DPD I mulai kedodoran. Bahkan berkembang isu, berbagai upaya dilakukan untuk menjegal Ketua Koni Kota Jambi ini. Mulai dari ‘memainkan’ aturan, berusaha melobi Ketua DPD I Cek Endra hingga ke upaya terakhir membuat skenario Musda deadlock (gagal mengambil keputusan).
Benar tidaknya informasi dan isu tersebut belum bisa dikonfirmasi ke Endria. Hingga kemarin, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Provinsi Jambi terkesan menutup diri. Upaya konfirmasi langsung, melalui sambungan telepon (hanphone) dan via whatshapp yang dilakukan Jambi One belum ada tanggapan.
Dibagian lain, Budi Setiawan ketika dihubungi Jambi One, dari nada suaranya terkesan makin percaya diri. Ketua AMPG Kota Jambi ini mengklaim sudah didukung 10 suara. Ditanya soal isu pertemuannya dengan sang ketua DPD I, Budi tidak mau menjawab. ‘’ Kalau soal itu saya no coment,’’ katanya.
Lalu bagaimana soal dirinya terjegal aturan minimal menjabat satu periode kepengurusan, sehingga dianggap tidak memenuhi syarat? Budi menegaskan, semua persyaratan sudah tidak ada masalah lagi. “Saya ini sudah dua periode. Sudah dari kepengurusan Agung Laksono,” katanya, Kamis (23/7).
Karena itu, lanjut Budi, tidak ada alasan untuk menjegal dirinya. Karena sudah memenuhi syarat. Dia menegaskan, siap bertarung secara fair di Musda nanti. ‘’ Intinya Musna ini kan untuk mencari ketua yang tujuannya untuk membesarkan partai. Jadi tidak ada niat lain. Makanya fair saja,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi, A Rahman ketika ditanya soal isu adanya dukungan ‘terselubung’ DPD I kepada Endria dengan tegas membantahnya. Begitu juga soal ada skenario membuat Musda deadlock untuk menjegal salah satu calon. ‘’ Tidak benar informasi itu. Itu hanya isu saja. Musda inikan untuk mencari pempimpin yang tujuannya untuk membesarkan dan menjalankan misi besar partai,’’ katanya.
Menurut dia, jika semua calon mengikuti semua aturan, AD/ART partai dan petunjuk pelaksana (juklak) yang ditetapkan, semuanya pasti akan berjalan lancar sebagaimana mestinya. Deadlock itu terjadi kalau ada yang mempertahankan sesuatu yang tidak sesuai dengan AD/ART. ‘’Beda kalau ada (calon) yang tidak memenuhi syarat dan aturan (AD/ART dan juklak) , tapi tetap ngotot ngotot, bisa saja terjadi deadlock atau walk out. Silahkan saja,’’ kata politisi yang biasa dipanggil Cemen ini.
Oleh sebab, itu, lanjut Cemen, semua kandidat calon harus memahami tujuan Musda. Salah satunya mencari kader terbaik untuk menjalankan roda organisasi dan membesarkan partai. Dan perlu juga diingat, partaikan ada aturan mainnya. Menurut dia, provinsi dan pusat jelas punya kepentingan. Dalam artian membesarkan partai. Eksistensi partai dan punya agenda besar. Terutama menghadapi Pilkada serentak dalam waktu dekat ini.
Makanya, kata Cemen, pihaknya juga melihat track record kader yang direkrut. Bukan untuk kepentingan orang orang tertentu. Semuanya untuk kepentingan partai. ‘’ Jadi saya tegaskan tidak benar DPD I membuat skenario skenario tertentu. Apalagi untuk deadlock,’’ tegasnya. (fey/kum/ jambione.com)











Komentar