oleh

Fasha Minta Data Pasien Meninggal Covid-19 Diumumkan ke Publik Oleh Maas, SH

Mediajambi.com- Kematian pada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat dibeberapa rumah sakit, peningkatan peningkatan di Kota Jambi dalam beberapa hari terakhir. Rata-rata pasien yang meninggal, memiliki riwayat penyakit bawaan (Comorbid) yang memperburuk kondisi pasien, hingga meninggal dunia. Hal itu diketahui setelah rapat Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota, di Mako Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Rabu (16/12). 

“Hampir setiap hari ada pasien yang dimakamkan di Pusara Agung itu. Saya menyaksikan sendiri setiap hari ada Ambulans RSUD Abdul Manap membawa jenazah untuk di makamkan di TPU Pusara Agung itu,” kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Syarif Fasha dalam rapat bersama para pimpinan rumah sakit di Kota Jambi tersebut. 

Kata Fasha, berdasarkan data yang ia peroleh, khusus untuk di Kota Jambi saja ada 53 yang jenazah yang dimakamkan secara Covid-19. Sebanyak 35 jenazah terkonfirmasi positif. 

“Harusnya itu dilaporkan semua, tapi yang tercatat hanya ada lima. Setelah saya tegur kepala dinas kesehatan baru datanya bertambah ada 15 sekarang. Harusnya ada 35 orang. Ini yang mau saya perbaiki sistemnya,” kata Fasha.

Kedepan, ia meminta maaf kepada seluruh rumah sakit yang ada di Kota Jambi jika ada yang terkonfirmasi positif harus melaporkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jambi. “Kalau tidak melapor, kalau ada yang meminta tenaga pemulasaran jenazah kota Jambi tidak perlu diterima dan tidak usahakan. Intinya kita jangan bohongi masyarakat. Kalau ada 100 yang meninggal harus kita umumkan 100 juga,” katanya. 

Baca Juga  2 Meninggal, 22 Sembuh, 19 Positif Corona 14 November di Provinsi Jambi

Ia menambahkan, sebenarnya Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jambi tidak boleh diumumkan terlebih dahulu data terkonfirmasi positif atau data pasien yang meninggal. 

“Harusnya Satgas Penanganan Covid-19 provinsi yang mengumumkan. Tapi ini Satgas provinsi melalui jubirnya tidak mengumumkan pasien yang meninggal ini. Sedangkan yang dimakamkan sudah puluhan orang,” tambahnya.

Fasha mengucapkan agar rumah sakit juga memahami cara memakamkan jenazah sesegera mungkin sesuai dengan protokol Covid-19. 

“Saya tekankan sekali lagi jangan ada yang tinggal data pasien Covid-19. Saya akan benahi manajemen penanganan Covid-19 ini, termasuk data pasien,” ujarnya.

Baca Juga  Peluncuran Buku: Dr Muhammad A.S Hikam, “Kekuasaan itu Bagaikan Api”  

Ditambahkan oleh Fasha, diumumkannya pasien terkonfirmasi tersebut bahwa masyarakat menyadari akan bahaya virus ini. Sebab jika secara terus menerus, maka masyarakat menganggap bahwa virus ini tidak berbahaya. “Padahal cara nyata virus ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Selain membahas terkait pemulasaran jenazah Covid-19, Fasha juga meminta masukan kepada pimpinan Rumah Sakit baik negeri maupun swasta di kota Jambi. Hal itu berkaitan dengan kemungkinan ditambahnya jumlah kamar atau ruang isolasi di tiap rumah sakit khusus untuk pasien yang terkonfirmasi Covid-19.

“Tadi ada terdata itu ada sembilan rumah sakit yang sudah bisa merawat pasien Covid-19. Kalau ada kekurangan kamar tidur, maka pemerintah akan membantu,” katanya. (Yen)


Komentar

News Feed