JAMBI- Sedikitnya 25 desa yang berada diwilayah PLN UP3 Jambi belum mendapatkan aliran listrik. Desa-desa tersebut mengalami kendala infrastruktur dan sulit untuk dijangkau. Ini diungkapkan Kepala PLN UP3 Jambi, Hanfi Adrhean Abidin kepada wartawan di kantor Wali Kota Jambi belum lama ini.
Menurut Hanfi, wilayah PLN UP3 Jambi menaungi Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muarojambi, Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Kabupaten Tanjungjabung Timur. Di lima daerah itu masih ada 25 desa yang belum teraliri listrik.
Saat ini, Hanfi mengatakan PLN UP3 Jambi memang masih menyelesaiakan program listrik desa. Pihaknya kini tengah mengerjakan jaringan listrik di beberapa desa pada wilyah PLN UP3 Jambi. Diantaranya 19 desa di Kabupaten Tanjungjabung Barat dan 3 desa di kabupaten Tanjungjabung Timur. “Di wilayah kerja kami ada 25 desa yang belum mendapatkan aliran listrik,” katanya.
Dari jumlah tersebut, lanjut dia, ada 22 desa yang tengah diselesaikan untuk pemasangan jaringan listrik. Yakni 19 desa di Tanjab Barat, dan 3 desa di kabupaten Tanjung Jabung Timur.
“Untuk Tanjab Barat sekarang sudah siap jaringan di 10 desa. Tinggal 9 desa lagi. Kendalanya, kami masih membangun tower yang menyeberangi Sungai Pengabuan. Target kami sebelum Oktober sudah selesai dan masyarat bisa teraliri listrik,” katanya.
Kemudian, untuk 3 Desa di Tanjabtim sudah dilistrikkan pada moment 17 Agustus 2020 lalu. ‘’Mereka sudah merdeka. Tahun ini kita kerjakan 19 desa di Tanjab Barat dan 3 desa di Tanjabtim. Jika selesai semua, berarti hanya ada 3 desa lagi yang belum untuk wilalayah PLN UP3 Jambi,” ungkapnya.
Hanfi mengatakan, harapan pihaknya pada 2020 ini program tersebut bisa selesai. Namun masih ada beberapa daerah yang masih mengalami kendala teknis. Menurut dia, ada satu desa yang pihaknya kesulitan untuk masuk memasang jaringan listrik. Yakni Desa Jebak di Kabupaten Batanghari. “Akses jalannya susah dan agak sulit,” ujarnya.
“Ini yang harus kami pecahkan bersama pemerintah daerah. Terutama akses jalan, jembatan, perizianan masuk kawasan hutan lindung,” pungkasnya. (Ali/jambione)











Komentar