oleh

60 Persen Kebutuhan Rumah Baru di Kota Jambi

JAMBI– Kebutuhan rumah di Jambi terus bertambah setiap tahunnya. Hal tersebut, membuat angka kesenjangan antara jumlah keluarga yang ada dengan jumlah kebutuhan unit hunian layak atau backlog. Hal itu disampaikan oleh Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jambi, Ramond Fauzan, Kamis (8/4/2021).

“Jumlah kebutuhan rumah baru mencapai 12.500 KK setiap tahunnya. Karena setiap tahun banyak pasangan baru. Itu memang kebutuhannya 60 persennya ada di Kota Jambi dan sekitarnya,” tambahnya.

Kata Ramond, tahun lalu, ada 5.000 unit yang terbangun dan terealisasi KPR. “Kalau terbangunnya mungkin lebih dari 5.000, tapi yang lolos KPR itu ada 5.000,” katanya.

Ia yakin tahun ini jumlahnya bisa meningkat diangka 15 persen dari tahun lalu. Ia melihat penjualan properti tahun ini lebih baik, sebab kondisi Covid-19 yang berangsur turun dan telah ada vaksin.

“Segmen market harus jeli dilihat, masing-masing pengembang tentu harus teliti melihat ini. Karena masyarakat sekarang tentu dalam membeli rumah banyak pertimbangan, mau yang lokasinya strategis, lingkungannya aman, juga pengembangnya bertanggungjawab,” katanya.

BACA JUGA:  Pemerintah Buka Rekrutmen 500 Ribu Guru

Sementara berkenaan lokasi perumahan di Kota Jambi, beberapa wilayah masih memungkinkan dibangun perumahan. Diantaranya adalah Kawasan Kenali Asam Atas dan Bawah, Bagan Pete, dan sebagian Jerambah Bolong.  Sejauh ini, kebutuhan lokasi di Kota Jambi untuk rumah-rumah murah masih tersedia. Namun, beberapa tahun kedepan, lokasi ini akan bergeser ke Muaro Jambi.

“Paling sekitar 2 sampai 3 tahun, sekarang pengembang sudah mulai bergeser ke Muaro Jambi, karena harga yang relatif bisa dibangun rumah-rumah murah,” katanya, dilansir dari jambione.com grup siberindo.co.

Sementara mengenai Peraturan Daerah Tentang Rumah Vertikal, Ramond mengatakan pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyediakan perumahan bagi masyarakat. “Ini masih menjadi bahan diskusi kami, sejauh mana pangsa pasar nya. Karena dari segi harga tentu bisa sampai Rp250-300 juta. Kalau untuk sasaran Millenial atau lifestyle tentu ada marketnya,” katanya. (*/cr1)

News Feed