Jambione, JAMBI –Walikota Jambi Syarif Fasha meninjau pelaksanaan belajar mengajar di hari pertama sekolah dengan Penerapan Protokol Kesehatan, Senin (13/7) kemarin. Salah satu sekolah yang didatangi Fasha adalah SMP Negeri 5 kota Jambi. Di sana, Fasha sempat berang (sangat marah) kepada kepala sekolah tersebut.
Kemarahan Fasha disebabkan karena ia menemukan hal yang tidak sesuai dengan petunjuk tekhnis atau juknis. Dimana, seharusnya para siswa semua jenjang SMP masuk secara keseluruhan. Sesuai dengan jam yang diatur. Namun di lapangan ternyata hanya kelas VII (tujuh) saja yang masuk. Sementara siswa lain akan masuk keesokan harinya.
“Kenapa semua tidak sesuai juknis yang telah di keluarkan. Kok semua lokal ini kosong. Bangku dan meja belum di bersihkan. Saya minta semua di bersihkan hingga sore ini,” tegas Fasha.
Dia menginstruksikan minggu depan semua siswa harus masuk semuanya. Sesuai dengan jam yang telah diatur. Menurut Fasha, pemberlakuan belajar Online dengan tatap muka di tingkat SMP, yakni kelas 7, 8 dan 9. Semua telah diatur di dalam Petunjuk Teknis (Juknis). Bahwa tingkatan kelas yang lebih tinggi akan masuk lebih cepat dengan ketentuan belajar hanya diperbolehkan selama 3 Jam. Tidak diperbolehkan istirahat. Kantin sekolah belum diperbolehkan untuk buka. Semua siswa diharapkan membawa bekal masing-masing.
Dalam juknis tersebut dipinta semua anak-anak hadir. Jangan ada lokal yang kosong. Namun pihak SMPN 5 mengosongkan semua kelas. Hanya anak kelas satu yang masuk. Dengan kosongnya semua lokal, Fasha meminta kepada kepala SMPN 5 Kota Jambi membersihkan semua lokal dan mempersiapkan hand sanitizer di setiap kelas.
Selain SMPN 5 Kota Jambi, beberapa sekolah lain yang ditinjau adalah SMPN 1, SD Islam Al Falah, dan SDN 28 Kota Jambi. Secara keseluruhan, menurut Fasha, semua sekolah sudah mematuhi protokol kesehatan. “Memang ada kita temui mejanya masih belum dibersihkan. Tapi kita minta semua segera diatasi,” ujarnya.
Fasha mengatakan tingkat kehadiran siswa di sekolah pada uji coba relaksasi bidang pendidikan sudah mencapai 50 persen. “Mudah-mudahan bisa bertambah terus setiap hari. Jadi harapan kami para orangtua yang belum yakin anaknya sekolah, mudah-mudahan minggu depan atau bulan depan sudah yakin. Jadi kita harus berpikir positif. Kalau tidak kita mulai sekarang, kapan lagi,” katanya.
Menurut Fasha, alasan utama dikeluarkan kebijakan relaksasi bidang pendidikan ini karena melihat tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19. Kini hanya tersisa 2 pasien lagi yang dirawat di RSUD Abdul Manap. “Selain itu, penambahan pasien positif juga sangat minim,” katanya lagi.
Oleh karena itu, Fasha mengajak masyarakat tak berpikir negatif. Kebijakan ini diambil untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. “Ini sudah diperhitungkan dengan matang. Bukan gagah-gagahan. Sudah sesuai analisis tidak ada lonjakan kasus, Kota Jambi relatif aman,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Fasha, latar belakang dikeluarkannya kebijakan relaksasi bidang pendidikan, mengingat ada sebanyak 500 siswa tingkat SMP yang tak bisa mengikuti kelas Online. Karena keterbatasan sarana. “Mereka tak punya gadget dan laptop, sehingga kesulitan belajar secara online. Makanya kami ambil sikap untuk belajar online dan bisa offline juga bagi yang belum yakin anaknya kembali bersekolah,” katanya.
Pantauan di lapangan, siswa ada yang memakai sarung tangan dan menggunakan face shield. Sebagian siswa juga sudah mengetahui aturan protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan, dan mengenakan masker.
Seperti yang disampaikan oleh Nadia, siswa SMPN 1 Kota Jambi. Dia mengaku sudah bosan berada di rumah. Makanya, dia menyambut dengan suka cita karena diperbolehkan bersekolah. “Senang, karena bisa kembali berjumpa teman-teman, dan kebali belajar dikelas,” katanya.
Sementara itu, kepala SMPN 5 Kota Jambi, Ihsan mengatakan pihaknya mengaku kesalahan yang terjadi itu bukanlah miss komunikasi. Pihaknya sudah memepersiapkan standar protokol kesehatan. Semua ruang kelas sudah disemprot desinfektan. Kursi sudah diatur berjarak. Penyiapan sarana cuci tangan, dan thermal gun. “Minggu depan akan full sekolah mulai kelas 1,2 3. Meja yang masih kotor itu, langsung kita bersihkan hari ini juga,” katanya. (ali)











Komentar