oleh

Erwan Susanto: Himbau Masyarakat Tidak Buka Lahan dengan Cara Membakar

JAMBI – Kawasan ini sempat viral dan menjadi isu nasional dan internasional pada 2019 karena kebakaran yang membuat langit sebagian wilayah Jambi merah menyala. Saat itu, kebakaran di kawasan tersebut memunculkan polusi dari partikel berwarna merah yang membuat langit gelap.

Titik-titik panas mulai muncul di sebagian daerah dalam Provinsi Jambi. Salah satunya yang mengagetkan terjadi di lahan gambut Desa Puding dan Desa Mentaro, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi.

Tidak heran, ketika terjadi lagi kebakaran di daerah tersebut, Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto turun langsung. Dia memimpin upaya pemadaman api yang menjalar sejak Senin (22/2/2021).

Kebakaran lahan di dua desa itu awalnya terpantau melalui kamera CCTV aplikasi “Asap Digital” di Mapolres Muarojambi. Kasubag Humas Polres Muarojambi AKP Amradi pada Selasa (23/2/2021) mengatakan, kebakaran terjadi di lahan kawasan PT Sawit Mas Plantation (SMP).

Baca Juga  Anak-anak dan Orang Tua Keracunan Bakso Bakar

Dia menjelaskan, kondisi  lahannya  adalah  gambut dengan kedalaman dua meter, ditumbuhi tanaman pakis, resam dan pepohonan kecil.

Pemadaman dilakukan oleh personil Polri, aparat desa dan warga Pulau Mentaro. Akibat kebakaran itu, lahan PT SMP dipasang garis polisi dan papan pemberitahuan bahwa lahan tersebut dalam pengawasan kepolisian.

Sehari sebelumnya, dalam rapat persiapan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pj Gubernur Hari Nur Cahaya Murni mengingatkan, ada empat kabupaten yang  perlu diwaspadai, yakni Batanghari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat dan Muarojambi.

Baca Juga  Pemkab Muaro Jambi Disebut Tak Miliki Izin Pertambangan

Komandan Kodim 0419/Tanjab Letkol Inf Erwan Susanto mengatakan belum ada status karhutla di Jambi dan Tanjab Barat. “Namun, kita mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” katanya, Selasa (22/2/2021).

Erwan mengaku sudah memeriksa kanal dan sumur-sumur serta embung air di sejumlah kawasan perusahaan. “Infrastruktur akan kita siapkan menjelang musim kemarau ini,” katanya, seperti dilansir dari metrojambi.com grup siberindo.co.

Secara terpisah, Kepala BPBD Tebo Sulaiman mengungkapkan bahwa titik panas juga mulai terpantau di daerahnya. “Namun tingkat kepercayaan masih rendah,” ungkapnya, Selasa ( 23/2/2021). Menurutnya, secara keseluruhan Tebo rawan kebakaran karena memiliki hamparan hutan yang cukup luas.

Di Tanjab Timur terdata tujuh kecamatan yang rawan karhutla, yakni Sadu, Nipah Panjang, Berbak, Rantau Rasau, Dendang, Mendahara dan Kecamatan Mendahara Ulu. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanjab Timur Indra Gunawan mengatakan, pihaknya kini mengintensifkan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Baca Juga  BPBD Siap Sterilkan dengan Penyemprotan Disinfektan

“Kami akan turun ke pelaku usaha perkebunan, yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu, untuk mengecek kesiapan kanal, embung, dan regu Damkar dari pihak usaha perkebunan,” ucap Indra.

Dia mengatakan, April dan Mei akan memasuki kondisi siaga. Karena itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kodim, Polres dan Manggala Agni. “Kita juga melakukan pemetaan wilayah potensi karhutla berdasarkan data empirik 2020,” tuturnya. (*/cr1)

Komentar

News Feed