oleh

Vaksinasi Untuk Masyarakat Dijadwalkan April

JAMBI– Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan jumlah vaksin yang sudah diterima pihaknya yakni 14.240 dosis. Dosis tersebut untuk penyuntikan 7.939 nakes di Kota Jambi.

Vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) kota Jambi sudah terealisasi 74 persen untuk dosis pertama, dan 45 persen dosis kedua. Setelah tenaga kesehatan, vaksin akan dilanjutkan untuk pelayan publik dan kemudian baru vaksin untuk masyarakat.

“Realisasinya sudah 74 persen nakes yang disuntik vaksin,” kata Ida.

Sementara Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi, Erwandi menyebutkan, saat ini Pemerintah Kota Jambi tengah menyelesaikan vaksinasi terhadap nakes.

Baca Juga  7 Reklame Belum Bayar Pajak

Rencannya sebut Erwandi, pada minggu keempat bulan Maret, akan dilakukan vaksinasi pada tenaga pelayanan publik, diantaranya Polri/TNI, ASN pelayan publik, termasuk wartawan.

“Pelayan publik rencananya Maret minggu ke 4. Jumlahnya belum tahu, masih pendataan, termasuk awak media,” katanya, seperti dilansir dari jambione.com grup siberindo.co.

Sementara untuk vaksin terhadap masyarakat kata Erwandi, akan dilakukan mulai April 2021 hingga April 2022.

Teknisnya tetap mengacu pada Petunjuk Tekhnis Kemenkes. Untuk penerapan sanksi pada masyarakat yang menolak vaksin di Kota Jambi belum ditetapkan.

Baca Juga  Disketapang Pastikan Stok Pangan Bantuan Pasca Bencana Aman

“Daerah belum ada kebijakan untuk sanksi. Kita masih menunggu petunjuk teknis dari pusat,” katanya.

Sebelumnya Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, ada enam kelompok prioritas penerima vaksin, yaitu tenaga medis; Aparatur Pemerintah (Pusat, Daerah, dan Legislatif); Masyarakat (tokoh agama/masyarakat); Peserta BPJS Penerima Bantuan luran (PBI); Tenaga Pendidik (PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan sederajat, PT); Masyarakat yang berusia 19 -59 tahun.

“Tak semuanya juga yang masuk dalam kategori enam itu divaksin semua. Ada beberapa kriteria juga orang dewasa sehat usia 18-59 tahun yang tidak bisa divaksin. Seperti memiliki riwayat riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dalam 14 hari terakhir, hamil, asma, pembekuan darah, dan gangguan kesehatan lainnya,” katanya.

Baca Juga  Pemprov Jambi Benahi Enam Lokasi Wisata Menjadi Terpadu

Fasha menambahkan, penanganan Covid-19, tidak terbatas pada secara pemberian vaksin saja tetapi berkesinambungan. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap penerima vaksin dan penerapan protokol kesehatan. Ia berharap semua fokus melakukan hal-hal yang berdampak langsung terhadap pencegahan penyebaran Covid-19. Jika semua pihak mempunyai komitmen dan berjuang bersama, maka dapat memutus mata rantai penyebaran Covid- 19 di Kota Jambi dengan cepat. (*/cr1)

Komentar

News Feed