JAMBI– Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi setiap pekan melakukan evakuasi hewan liar seperti ular, tawon, dan satwa lain di rumah dan pemukiman masyarakat di Kota Jambi. Bahkan dalam satu pekan bisa menerima dua laporan terkait adanya hewan melata tersebut di rumah warga.
Pada triwulan pertama 2021 ini, sedikitnya sudah ada 30 ular yang sudah dievakuasi oleh petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan. Rata-rata ular yang dievakuasi tersebut berada di rumah masyarakat.
“Ular banyak ditemukan dalam rumah warga,” kata Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Feriadi, (11/3/2021).
Feriadi menyebutkan, banyaknya temuan ular dalam rumah tersebut berkaitan dengan kebersihan lingkungan.
“Ular tidak masuk rumah jika tidak cari makan. Makanannya adalah tikus. Jangan anggap remeh jika ada tikus di rumah,” imbuhnya.
Kata Feriadi, beragam jenis ular yang di vekuasi pihaknya, diantaranya ular kobra dan piton. Puluhan ular yang berhasil di evakuasi sebut Feriadi, dilepasliarkan di hutan kota.
“Kalau piton dan ular tidak berbisa kita lepaskan di hutan kota. Ada tempatnya disana. Kalau ular berbisa seperti kobra, kita berikan ke komunitas ular,” tuturnya, dilansir dari jambione.com grup siberindo.co.
Selain ular sebut Feriadi, pihaknya juga kerap menerima aduan untuk melakukan evakuasi binatang liar lainnya. Diantaranya tawon dan anjing gila.
“Yang banyak itu memang tawon dengan ular. Hampir setiap minggu. Saat teeima laporan langsung kita evakuasi. Tapi kalau tawon, kita harus menunggu malam untuk evakuasinya,” jelasnya.
Terkait persoalan tersebut kata Feriadi, masyarakat bisa menyampaikan pengaduan ke call center 112.
“Sejauh ini tidak ada kendala. Yang penting masyarakat cepat menginformasikan. Penanganan gratis, tidak biaya dan tarif,” pungkasnya. (*/cr1)











Komentar